MAESTRO 2009

Ikatan Mahasiswa Management (Image) merupakan suatu wadah dalam proses meningkatkan produktivitas organisasi. Ikatan Mahasiswa Management selalu melakukan pengembangan diri melalui perencanaan program kerja masing-masing departemen, agar apa yang menjadi tujuan organisasi dapat tercapai. Kegiatan yang dilakukan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas SDM dan organisasi secara menyeluruh dan merupakan bentuk realisasi program kerja yang bersifat event dari setiap departemen menjadi satu bagian, yaitu dengan diadakannya Maestro 2009 yang di dalamnya terdapat berbagai kegiatan, di antaranya adalah Seminar Nasional Manajemen mengenai Corporate Social Responsibility (CSR), Lomba Esai, Debat mahasiswa, Pameran produk manajemen, Grand Launching pojok BEI UPI, Marketing Idea Competition (MIC), dan Management Art and Charity (MAC). Sebagian besar acara dari Maestro 2009 lebih banyak mengandung unsur korporasi, mengenai teknis kegiatan akan dijelaskan lebih lanjut.

II. DASAR PEMIKIRAN
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) selain berorientasi pada program kependidikan yang dipersiapkan sebagai tenaga pendidik, juga berorientasi pula pada program studi non kependidikan yang tidak saja dipersiapkan menjadi profesi guru, salah satunya program studi manajemen non kependidikan. Pada perkembangannya program studi ini memiliki grade yang meningkat, bahkan ketika pertama kali dibuka tahun 2002 langsung menduduki peringkat kedua peminat terbanyak setelah program studi pendidikan bahasa inggris yang telah lama menjadi primadona UPI. Dan juga baru-baru ini salah satu alumni manajemen yang menjadi pemenang Scholarship yang dilaksanakan oleh salah satu televisi swasta yang berskala nasional. Sehingga bertolak dari itu perlu adanya suatu Bargaining Position dari Manajemen dan juga promosi diri selain dari bidang akademiknya yakni dengan mengadakan suatu kegiatan yakni Maestro 2009, yang bertujuan untuk mempublikasikan program studi yang memiliki prospek cerah di masa mendatang. Selain itu yang menjadi dasar pemikiran kegiatan Maestro 2009 ini adalah
1. Manajemen selain sebagai ilmu dasar yang berstruktur dan abstrak juga merupakan ilmu terapan yang banyak dipergunakan oleh ilmu-ilmu yang lain,
2. Manajemen merupakan salah satu ilmu yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, yang merupakan bagian dari kehidupan “The Element Of Life and Brain Integrity”

III. LANDASAN KEGIATAN
1. UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,
2. Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi,
3. PP No 6 tahun 2004 tentang penetapan UPI sebagai BHMN
4. Pedoman Pengembangan Kegiatan Kemahasiswaan Universitas Pendidikan Indonesia,
5. Program Kerja Ikatan Mahasiswa Management (Image) Universitas Pendidikan Indonesia.

IV. TEMA DAN NAMA KEGIATAN
1. TEMA KEGIATAN
“All About Management”
2. NAMA KEGIATAN
MAESTRO 2009

V. TUJUAN KEGIATAN
1. Merealisasi program kerja dari setiap Departemen Image,
2. Wahana pembelajaran bagi kader-kader Image dalam peningkatan produktivitas organisasi,
3. Media promosi dan sosialisasi program studi manajemen dan Ikatan Mahasiswa Management (Image) bagi civitas akademika UPI dan masyarakat umum,
4. Mengenalkan Disiplin Ilmu Manajemen yang tanpa disadari menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
5. Memberikan Kontribusi bagi dunia usaha dan pendidikan melalui pameran dan seminar yang dilaksanakan.

VI. SASARAN KEGIATAN
MAESTRO 2009 memiliki sasaran sebagai berikut :
1. Mahasiswa manajemen dan seluruh mahasiswa UPI,
2. Civitas akademika UPI,
3. Mahasiswa Ekonomi di beberapa Universitas se-Jawa Barat
4. Pelajar se-kota Bandung
5. Masyarakat umum, khususnya masyarakat yang berdomisili di Bandung.

VII. JENIS KEGIATAN
Jenis kegiatan dalam MAESTRO UPI ini adalah :
1 Seminar Corporate Social Responsibility (CSR)
2 Lomba Esai Pelajar se-Jawa Barat
3 Pameran produk manajemen
4 Grand Launching Pojok BEI Universitas Pendidikan Indonesia
5 Marketing Idea Competition (MIC)
6 Management Art and Charity (MAC)
7 Debat Mahasiswa Ekonomi se-Kota Bandung

Tahapan Proses Penulisan UP

A.Persiapan
1.Pilihlah sebuah tema atau judul penelitan
2.Memulai membaca hal berkaitan dengan tema/judul
3.Membuat ruang lingkup
4.Bersiap-siap mengembangkan pada rumusan masalah.

B. Pengumpulan Data
1.Mengumpulkan daftar bahan rujukan (buku-buku sumber, majalah, jurnal,dst)
2.Menuliskan judul-judul buku yang relevan pada sebuah kartu (buat sebuah kartu untuk ditaruh di saku yang bisa dibawa kemana-mana dengan mudah)
3.Mulai masuk perpustakaan dengan membawa kartu yang sudah ditandai dengan daftar buku/sumber yang akan dicari.
4.Mulai dengan klasifikasi buku menjadi: a) Buku teks/buku panduan (yang tidak diperjualbelikan di toko buku), b) Buku umum (diperjualbelikan di toko buku), c) Ensiklopedia, d) Media cetak (Koran, majalah, dan lain-lain) dan e) Media elektronik (internet, jurnal online).
5. Melakukan survey prapenelitian: wawancara atau dengan kuesioner kepada perusahaan, pelanggan, pesaing dst.

c.Membuat Catatan
1.Persiapan membuat outline/kerangka usulan peniltian
2.Memikirkan metode penelitian: alat analysis yang akan digunakan
3. menentukan kerangka populasi: jumlah populasi, data ttg populasi, dan menentukan sampel.
4.Hindari plagiarisme (penjiplakan)

D.
1. Mulai menuliskan Bab 1,2,3 pada proposal SUP
2. Konsultasi dengan pembimbing akademik
3. mengajukan proposal ke TPPS

Kerangka Usulan Penelitian Skripsi

JUDUL
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN

BAB I: PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penelitian
1.2 Identifikasi dan Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Kegunaan Penelitian

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS
2.1 Kajian Pustaka
2.2 Kerangka Pemikiran
2.3 Hipotesis

BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Metode yang digunakan
3.2 Operasionalisasi Variabel
3.3 Sumber dan Cara Penentuan Data
3.4 Teknik Pengumpulan Data
3.5 Rancangan Analisis dan Uji Hipotesis

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN: JADWAL PENELITIAN

BUDAYA ORGANISASI

Manajemen sumber daya manusia (MSDM) telah banyak didengungkan dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di dunia bisnis oleh perusahaan. Dalam kenyataannya praktek manajemen (management practices) tidak selalu mudah dan berhasil untuk mempengaruhi orang agar berkerja lebih produktif. Globalisasi yang makin tak terelakkan dan harus diikuti makin menyadarkan orang untuk lebih memperhatikan faktor budaya bangsa, budaya nasional dan akhirnya budaya perusahaan. Tak dapat disangkal bahwa kemajuan Jepang yang luar biasa sebagian disebabkan oleh faktor budaya Jepang, yakni: kerja keras, tekun, teguh dan pantang menyerah.
Kreitner dan Kinicki (2000) mendefinisikan budaya organisasi sebagai perekat perusahaan melalui nilai-nilai yang ditaati, peralatan simbolik dan cita-cita sosial yang ingin dicapai. Setiap perusahaan pasti memiliki makna sendiri terhadap kata budaya itu sendiri, yang meliputi : identitas, ideologi, etos, budaya, pola perilaku, eksistensi, aturan, filosofi, tujuan. spirit, sumber informasi, gaya dan visi perusahaan. Jadi dapat disimpulkan bahwa budaya organisasi (corporate culture) adalah sebagai aturan main yang ada dalam perusahaan yang menjadi pegangan bagi sumberdaya manusia perusahaan dalam menjalankan kewajiban dan nilai-nilai untuk berperilaku dalam perusahaan. Flamholtz dan Narasimhan (2005) meneliti tentang pengaruh perbedaan elemen-elemen budaya terhadap kinerja keuangan, dengan menggunakan 702 responden pada perusahaan industri di US. Hasil penelitiannya menyatakan bahwa beberapa elemen budaya organisasi mempunyai pengaruh yang berbeda pada kinerja keuangan perusahaan. Henri (2006) mengadakan penelitian tentang budaya organisasional dan sistem pengukuran kinerja. Temuannya menyatakan bahwa sistem pengukuran kinerja memfokuskan pada organisasi, mendukung strategi pembuatan keputusan serta melegitimasi kekuasaan top manager.
Budaya organisasi pada sisi internal karyawan akan memberikan sugesti kepada semua perilaku yang diusulkan oleh organisasi agar dapat dikerjakan, penyelesaian yang sukses, dan akibatnya akan memberikan keuntungan pada karyawan itu sendiri. Akibatnya karyawan akan memiliki kepercayaan pada diri sendiri, kemandirian dan mengagumi dirinya sendiri. Sifat-sifat ini akan dapat meningkatkan harapan karyawan agar kinerjanya semakin meningkat